Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

12 Tanya Jawab Tentang Adab dan Akhlak Dalam Islam

 Nah pada kesempatan ini kita akan membahas mengenai akhlak dan adab dalam islam. Namun ini berupa tanya jawab tentang adab dan akhlak dalam islam, bagaimanakah islam memandang adab dan akhlak dalam kehidupan perlu kita ketahui agar dalam melakukan aktivitas menjadi lebih baik. 

12 pertanyaan tentang adab dan akhlak dalam islam

Berikut tanya jawabnya...

1. Ustadz, bagaimana sih adab yang baik dalam memberi zakat? dan apakah zakat itu bisa dititipkan untuk dibayarkan karena alasan tertentu ?

Adab yang baik dalam memberi zakat yaitu dengan cara kita yang membawakan langsung ke rumah yang bersangkutan, sebagai penghormatan kita kepada Mustahik. apakah bisa diwakili ? insya Allah bisa, baik melalu orang lain ataupun lembaga zakat itu sendiri.

Sebenarnya tidak boleh adalah yaitu dengan cara mengumpulkan orang yang banyak kemudian berdesak- desakan, bahkan berpanas-panasan, sehingga banyak yang jatuh pingsan atau bahkan yang meninggal karena semua berebutan... ini adalah sesuatu yang kurang baik dan tidak dibenarkan. Bisa jadi bukan pahala yang dapatkan akan tetapi dosa. Ini yang biasa sering kita lihat selama ini.

2. Apa hukumnya jika rambut diwarnai apakah shalat kita akan sah atau tidak ?

 Bismillahirrahmanirrahim.. jadi sholat akan batal ketika kita meninggalkan syarat dan rukun sholat. baru batal sholatnya kita. Gimana kalau rambut itu diwarnai. apakah tidak batal sholat ? ya tidak batal, kecuali dia mewarnai rambutnya ketika pas sholat.. ya tentu saja batal Hukum tentang mewarnai rambut yang tidak boleh itu mewarnai rambut putih kemudian dihitamkan kembali. Itu yang tidak boleh

3. Maaf, saya Orang Nya Baru Muallaf... Bagaimana hukum ketika saya menduduki Alkitab ???

Baik, gimana kalau kita duduki Al kitab apa tidak apa-apa? sebelum saya jawab, saya mau tanya dulu, apa maksud anda menduduki Al kitab? Kalau Alasannya karena tidak Adami tempat duduk kak, jadi saya duduki Al kitab, ini namanya alasan yang mengada ngada. 

Nah menduduki Al kitab, ataukah kitab-kitab umat agama lain adalah perbuatan dari akhlak yang tercela. Karena itu sebagai bentuk ledekan kita kepada agama lain dan ini tidak dibenarkan dalam Islam. Bukan bgini akhlak yang diajarkan dalam Islam.

4. Manakah Yang Lebih Penting, adab atau akhlak ?

Baca juga : Adab dan Akhlak, Samakah ??

Dalam Islam adab itu lahir atau ada karena akhlak, akhlak itu terbentuk dari kita melaksanakan syariat Allah SWT.. Itulah saya katakan tadi akhlak adalah kemuliaan dari sikap, perilaku atau perangai yang baik dan lahir dari ibadah yang benar kepada Allah.

Jadi ibadah yang benar kepada Allah akan melahirkan akhlak yang baik.. singkatnya. Orang yg bertakwa pasti bagus akhlaknya. Orang yang bagus akhlak maka akan terjaga adab-adab dalam setiap perbuatan nya.

Jadi, dalam Islam adab itu tidak berdiri sendiri akan tetapi hasil bentukan dari ibadah kita kepada Allah.

5. Biasa kita mendengar bahwa "lebih mulia orang yang beradab dari pada berilmu"... Dan itu biasa disalah artikan. para ulama-ulama yang tutur kata lembut dan sopan lebih dicintai dari pada ulama yang tegas atas kemungkaran... Sehingga orang lebih suka yang beradab dari pada berilmu dengan anggapan demikian. Bagaimana cara menanggapi ungkapan diatas... 

Ungkapan yang mengatakan bahwa sebelum kita belajar suatu ilmu maka belajar adab adalah sesuatu yang harus didahulukan. Ini benar, dan ini adalah bagian dari akhlak.. Kenapa ini penting karena kita bisa menempatkan ilmu kita dengan benar sesuai tempatnya.

Mau contoh, liat ada orang baru ngaji, dengar satu ayat dari ust nya yang dari Arab lagi. Langsung setelah pengajian.. setiap yang dia lihat langsung ini bid'ah, itu bid'ah, bahkan mukanya antum juga dibilangi bid'ah. Padahal yang dia bid'ahkan ini perkara furuiyah perkara cabang. Maka sudah pasti orang akan jengkel sama dia.

Nah inilah pentingnya adab yang dilahirkan dari akhlak.. sekarang banyak yang seperti ini, umat Islam tidak bisa menempatkan ilmunya, dia masih bingung dalam perkara apa saja kita boleh berbeda dan bagaimana sikap kita disitu. Dalam perkara apa saja kita tidak boleh berbeda dan bagaimana sikap kita disitu.

Kemudian, ada juga yang biasa menyampaikan begini kita ada ust menyampaikan sesuatu yang bikin resah akan tetapi dia bersandar pada dalil yang kuat, tapi karena bikin resah, maka masyarakat bilang.. ustad ini nggak beradab.

Ini adalah suatu kekeliruan, emangnya Al-Quran ini hanya menyampaikan yang enak-enak saja. Coba dibaca baik-baik surah saba ayat 28, Rosul diutus membawa kabar gembira dan peringatan. Jadi wajar kalau membuat kita resah, apakah kaum kafir Quraisy nggak resah ketika disampaikan Al Qur'an kepadanya, tentu ia resah kan.

Janganlah orang kafir Quraisy, ketika Rosul bacakan ayat tentang orang munafik  pada sahabat, hal itu membuat sahabat itu resah.. takut kalau dia orang munafik

Adab harus terbentuk dari akhlak dan akhlak harus terbentuk dari ibadah yang benar kepada Allah..

6. Bagaimana islam mengambil peran dalam adab dan akhlak seseorang, saya pernah mendengarkan dan membaca bahwa perilaku adab seorang anak tidak jauh dari adab orang tuanya, seperti layaknya pepatah buah yang jatuh tidak jauh dari pohonnya, jika seperti itu apa bisa di katakan bahwa adab seorang anak, lahir dengan sendirinya, namun yang kita lihat di masa sekarang pergaulan bebas marak diperbincangkan oleh khalayak masyarakat saat ini, berarti adab anak itu (pergaulan bebas) lahir karena hasil dari adab orang tuanya?

Seperti yang saya sampaikan tadi bahwa adab itu buah, buah dari apa yaitu buah dari ketaatan kepada Allah.

Memang benar ungkapan yang mengatakan buah jatuh tidak jauh dari pohonnya, kecuali kalau pohon itu ada dipinggir sungai, pasti buah akan jauh dari pohon.

Jadi, ini ungkapan bahwa anak sikapnya tidak jauh beda dari ortunya. Ya, pasti lah bgitu karna orang tualah manusia pertama yang membentuk karakter anaknya. Oleh sebab itu anak bisa jadi penyebab ortunya masuk surga, bisa juga penyebab masuk neraka.

Kemudian ketika ada anak nakal suka maksiat, apakah semuanya salah ortunya.. jawabannya tergantung. Tergantung dimana?

Tergantung kalau anaknya belum baligh maka ortunya bertanggung jawab sepenuhnya.. tapi kalau sudah baligh maka kita bertanggung jawab atas diri kita sendiri. Makanya gunakan akal kita sebaik baiknya untuk mendapatkan hidayah, masih ingat kisah bapak nya nabi Ibrahim, dia itukan pembuat patung. Asar namanya.. sikap nabi Ibrahim beda dengan bapak nya kan, kenapa ?? karena nabi Ibrahim pakai akalnya.

Ingat kisah nabi Nuh ? gimana anaknya mati tenggelam gara-gara ia tidak mau naik ke perahu. Bedakan sikapnya, karena anak nabi Nuh tidak gunakan akalnya..

Gimana paham sampai disini?

Baca juga: Tanya Jawab seputar Habits 

7. Ada hukum qisas nyawa di bayar nyawa nah, pertanyaan saya bagaimana kalau ada seorang bapak yang membunuh anaknya ??? 

Baik, bapak bunuh anaknya gimana hukumnya.. Jadi, sebelum dijawab maka harus diperjelas dulu faktanya, kenapa bapak ini bunuh anaknya atau mungkin sebaliknya kenapa anak ini bunuh bapak nya.

Itu dulu harus diperjelas, kenapa?

Karena dalam akhlak Islam tidak selamanya yang membunuh itu dihukum qishos. Tergantung kasusnya, ada perang badar ada anak yang bunuh bapaknya, ada saudara yang bunuh saudara kandungnya.. kenapa?

Karena mereka mau membunuh Rosul, apakah mereka di qishos jawabannya tidak justru mereka dapat pahala yang besar..

Tapi, kadang membunuh orang kafir juga bisa buat kita berdosa. Kapan yaitu kita membunuhnya tanpa alasan yang Haq. Jadi harus diperjelas dulu kasusnya.

8. Ustadz, saya pernah dengar kalau Katanya imam syafi'i pernah berkata di akhir zaman ikutilah ulama yang kebanyakan dibenci oleh orang kafir... Apakah itu benar ?

Ya benar.. 

Karena terus seharusnya antara Umaro (penguasa) dan  ulama itu hubungannya bukan bergandengan tangan.. 

Akan tetapi hubungannya itu adalah muhasabah, mengoreksi penguasa, kenapa dikoreksi karena ulama sayang dengan umaronya. Supaya tidak masuk neraka. Akan tetapi kalau umaronya selalu dikoreksi jengkel juga, lebih baik disikat saja dan kasi masuk di sel.

Dalam kondisi demikian ulama-ulama dunia, yang cuman cari ketenaran akan mengatakan lebih baik nempel di penguasa. Gimana caranya nempel?? Tidak usah protes-protes apa yang dilakukan penguasa, dukung aja terus.

9.  Habib bahar bin smith, pernah tersandung kasus tentang penganiayaan anak. Apakah tindakanya memukul org itu benar karena telah menghina para habaib?

Untuk menjawab ini, maka terlebih dahulu liat surah An-Nahl ayat 125, karena ini adalah metode baku dalam dakwah yang dicontohkan oleh Rosul. Dakwah dengan hikmah dan dengan hasanah/pelajaran yang baik, dan berdebatlah dgn cara yang baik pula. Ini landasan dakwah kita.

Terus bagaimana kasus dari habib Bahar, Maka ini perlu pendalaman kasus, mengapa Habib Bahar ini pukul seorang anak?

Saya katakan tadi bahwa kekerasan adalah jalan terakhir menyelesaikan masalah.. seumpamanya gini, ketika ada orang yg hina kita. Mungkin kita masih sabar, tidak menghiraukan, kemudian orang ini ngelunjak dia hina bapak dan ibu kita dengan kondisi fisiknya. Mungkin kita masih sabar dan menasehatinya sambil asah parang :), tapi ketika hina ibu kita dengan perkataan menjijikkan mohon maaf seperti pelacur. Apa yang antum akan lakukan ?? Tentunya Sangat Marah kan, bahkan bisa dengan kekuatan fisik.

Karena sudah berapa kali diingatkan, makin menjadi-jadi. Laporan juga sama pihak yang berwajib tidak ditindak. Ya sudah.. terpaksa kita yang sikat dia.

Nah, jadi kasus-kasus yang seperti ini itu harus didalami dulu, lalu akan dihukumi. Tidak boleh langsung diberikan stigma kepada Habib Bahar bahwa dia orang yang tidak baik akhlaknya dan lain sebagainya.

10. Ustadz afwan, biasanya kita melihat anak remaja kini yang mungkin luar biasa pintar namun nggak berakhlak. Dirumah dan disekolah perlakuanya bedah. Dirumah perlakuanya terhadap orang tua nggak bagus. Sedangkan disekolah dengan gurunya bagus. Apakah nilai yang dia dapat nggak ada gunanya karena nggak berbakti dengan orang tuanya ?

Ada beberapa faktor membuat orang berubah.

1. Lingkungan 

    Remaja itu dapat berubah karena pengaruh lingkungan, misalnya di sekitar mereka banyak berteman dengan orang-orang yang kaya, maka pola hidupnya pun berubah. Gayanya berubah, cara berpakaiannya pun berubah, dan pemahamannya pun ikut berubah. Sesuai apa yang dia lihat.

Dan jika remajanya dia ikut dengan orang-orang yang shaleh atau selalu berteman dengan orang berilmu, maka dia mengikuti apa yg di pahami..

Seperti cerita ..

"Imam Abu hanifah yang masa remajanya sibuk berdagang, sibuk berbisnis karena imam hanafi dahulunya ikut dengan ayahnya berdagang di jazirah arab".. seiring dengan sibuk nya berjualan dia bertemu dengan temannya yang berilmu.

Maka di ajaklah untuk mengaji. Dengan itu  beliau langsung memberikan tanggung jawab dagangannya kepada org lain dan setelah itu. Imam Abu Hanifah mulai belajar dan berguru Kepada Syekh Hammad, berguru kufah, dan ke Basrah.

Karena ajakan temannnya beliau langsung  berguru dan mengajar sehingga kehidupannya bermanfaat bagi orang sekitarnya.

2. Keinginan, seseorang bisa berubah karena faktor kenginan. Mengapa ?

Ada orang yang berubah karena menginginkan sesuatu, seperti ada orang yang beribadah karena ingin dilihat, ada orang yang dekat dengan gurunya karena menginginkan sesuatu atau dengan harapan di mudahkan nilainya..dll

3. Bahkan ada remaja berubah dengan hanya menonton televisi, seperti menonton sinetron dengan apa yg dia lihat dan di pahami dengan itu sekejap akhlaknya pun berubah.

Jadi nilai dan ilmu yang dia dapat tidak berkah, sebab akhlaknya buruk kepada orang tuanya. Sebab dalam menuntut kita perlu doa dari kedua orang tua. Maka dari itu kita berdoa kepada Allah swt untuk terhindar dari akhlak yang buruk.

10. Bagaimana Pentingnya Adab dan akhlak Dalam Islam ?

Shalat di Masjid itu penting, tapi Adab dalam Masjid itu lebih penting. Shalat itu penting, namun Adab dalam Shalat itu lebih penting. Membaca Al Qur'an itu penting, namun Adab membaca Al Qur'an itu lebih penting.

Karena Amalan tanpa Adab sedikit Keberkahannya. Adab adalah menganggungkan segala sesuatu yang berhubungan dengan Agama. .

Ibunda Imam Malik, pernah berpesan kepada putranya, "Wahai Malik, ambillah dari Gurumu Adabnya, sebelum Ilmunya".

Imam Malik berkata; Saat aku kecil ibuku pernah melilitkan sorban di kepalaku sambil berpesan: Wahai Malik, pergilah engkau kerumah Imam Robi'ah untuk menuntut ilmu tetapi hendaknya kau pelajari mengenai adab terlebih dahulu dari pada ilmu.

Salah seorang murid imam Malik berkata kepada anaknya; wahai anakku, ketahuilah bahwa kau pelajari satu bab tentang adab lebih aku suka dari pada kau pelajari 70 bab mengenai ilmu.

Sebagian murid Imam Malik berkata; Aku belajar kepada imam Malik selama 30 tahun, terlebih dahulu beliau berorientasi mendidik murid-muridnya selama 20 tahun terkait adab. Setelah itu baru mengajarkan ilmu selama 10 tahun.

“Kisah-kisah para ulama dan duduk bersama mereka lebih aku sukai daripada menguasai beberapa bab fiqih. Karena dalam kisah mereka diajarkan berbagai adab dan akhlaq luhur mereka”.

Lahirnya para Ulama tidak lepas karena orang tuanya memuliakan Adab. Al Fatih, Panglima besar penakluk Konstantinopel (Istanbul) tidak lepas karena orang tuanya sangat memuliakan Adab.

11. Bagaimana Akhlak yang baik dalam bercanda !
Canda yang proporsional bisa mengakrabkan teman duduk, menghilangkan kekakuan suasana, serta mengusir kejenuhan dan kebosanan.

Bukan hanya itu, bercanda juga bisa bernilai ibadah. Bila dengan canda kita membuat hati orang lain berbahagia, tentu niatnya harus karena Allah.

Terlebih lagi Islam sangat menganjurkan untuk saling membahagiakan sesama muslim. Tapi, dalam bercanda haruslah tetap memperhatikan adab, akhlak dan batasan syariat.

Karena canda bisa saja berujung dosa dan menyisakan penyesalan. Misal, memanggil teman dengan nama orangtuanya. Oleh sebagian orang ini dianggap bercanda. Tapi, bagi orang lain ini adalah sebuah hinaan.

Jika teman kita tidak senang dengan hal tersebut, maka jangan lakukan hal itu padanya. Intinya, jangan lakukan pada orang lain yang engkau sendiri tidak senang bila hal itu terjadi padamu.

Juga perlu diperhatikan saat bercanda pada lawan jenis. Tidak boleh mengatakan "sayang, cinta, mama-papi",  termasuk mengirimkan emotion (kiss) dengan alasan 'kami cuma bercanda kok. Tidak ada kata bercanda dalam perkara yang Allah haramkan.

Sahabat...
Silahkan bercanda tapi jagalah perasaan orang lain, karena ini adalah hal paling penting dalam sebuah persahabatan. Jangan sampai kita merasa bahagia, tapi justru ada hati yang terluka. Kan nggak enak jadinya.

Ingat, luka karena tajamnya pedang itu bisa hilang dengan hitungan hari. Tapi, luka sebab lisan itu bisa dibawa sampai mati. Maka jagalah hati. Caranya?

Dengan menjaga sikap dan lisan. Setiap ucapan maupun perbuatan, haruslah dipikirkan terlebih dahulu sebelum dilakukan.

Sabda Nabi Saw. berikut bisa jadi renungan:

الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ

"Yang disebut Muslim adalah orang yang menyelamatkan muslim lainnya dari bahaya lisan dan tangannya".
[HR. al-Bukhari, shahih]

Hadis diatas menjelaskan kepada kita tentang kriteria muslim yang sejati, yaitu lisannya senantiasa berkata baik meskipun saat bercanda.

Sahabat...
Apa yg menurut kita candaan, boleh jadi menurut orang lain itu sebuah hinaan. Kalaupun harus bercanda, jangan pernah bumbui dengan adab yang buruk.

Tidak selayaknya canda dilakukan terlalu sering, apalagi secara terus-menerus. 

Orang bijak juga menuturkan:
"Siapa yang banyak bercanda, hilanglah kewibawaannya".

Canda dalam ucapan ibarat garam dalam makanan. Apabila tidak  digunakan garam, atau penggunaannya berlebihan, maka ia baru dikatakan tercela.

Santaikanlah jiwamu yang letih oleh keseriusan, niscaya ia akan rileks. Hilangkanlah kepenatanmu dengan sedikit canda, namun jika kamu memberinya gurauan hendaklah ia sekadar garam untuk membumbui makanan. Paham kan...

12. Bagaimana jika ada akhwat yang memakai cadar atau hijab, namun selalu selfie dan memamerkannya ?

Pake cadar, tapi dengan muda berselfie riya dengan laki-laki yang bukan mahram, bahkan pergi jalan bareng dengan laki-laki yang belum halal, lalu dimanakah fungsi cadar dan hijab itu? 

Sungguh hal itu bukanlah akhlak seorang muslimah solehah, justru akan merusak citra wanita yang berhijab terkhusus yang telah bercadar. 

 Rasa malu bagi wanita itu lebih penting dari pada cantik. Banyak yang cantik, tapi kurang rasa malu. Tidak malu jalan berduaan sama laki-laki yg bukan mahram, tidak malu berselfie riya dengan laki-laki sebelum halal. 

Bukan menyalahkan cadar dan Hijab, tapi mengingatkan kembali esensi dari Hijab adalah untuk menutupi, menjaga keindahan diri dari laki-laki yang bukan mahram. Lalu dimanakah esensi Hijab bila dengan mudah diajak jalan sama cowok? gampangan berselfie riya? Pantaskah?
Semoga bisa jadi renungan buat seluruh muslimah.

Oke, mungkin sekian pembahasan mengenai adab dan akhlak. Semoga dengan tanya jawab diatas dapat lebih meningkatkan ketakwaan dan senantiasa dalam menjaga adab dan akhlak sebagai muslim yang beriman kepada Allah. 



Andi Aksa Perkenalkan nama saya Andi Muh. Aksa Asri atau yang dipanggil Aksa, saya adalah seorang pelajar dari salah satu sekolah Favorit di Makassar. Di blog yang saya bangun ini kami berusaha membuat artikel yang benar-benar berkualitas dan tentunya Original.

Post a Comment for "12 Tanya Jawab Tentang Adab dan Akhlak Dalam Islam"