Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Cerpen Islami Tentang Hijab - Hidayahku

 Cerita ini tentunya fiksi belaka, karena malas berimajinasi.. Cerita ini mempunyai konsep yang sering kita dengar di Film-film namun mengandung unsur islami (wetz)...

Cerpen islami tentang hijab

Cerpen Islami Tentang Hijab 

Cepat kerjakan! Dan jangan makan sebelum kamu selesai mengerjakan semua pekerjaan rumah!" bentak lbu tiri dengan mata membesar seperti bola basket ketika Elsa sedang minum teh hangat sore itu di teras belakang rumah ditemani burung-burung kecil yang berlarian riang di halaman mencari remah-remah.

Elsa mengangguk. Padahal ia baru saja menyelesaikan pekerjaannya yang lain dan sedang istirahat sebentar. Badannya masih terasa pegal walaupun ia sudah minum obat anti sakit pinggang.

Tapi lbu tiri memang tidak pernah memberikan kesempatan Elsa untuk beristirahat. Elsa sadar bahwa ia hanyalah anak tiri, jadi apapun yang diperintahkan oleh sang lbu tiri, ia harus selalu patuh mengerjakannya.

Akan tetapi, walaupun semua pekerjaan dilimpahkan kepadanya Elsa tidak pernah mengeluh ataupun marah, la ikhlas menjalani semua pekerjaannya. Tapi tidak dengan kakak tirinya yang selalu bermalas-malasan. 

Setiap hari kerjanya hanya hanya berdandan, makan, jalan-jalan dan rebahan. Makanya badannya terlihat bulat dan membengkak seperti gajah saja, wkwkwk. Sifat Elsa dengan kakak tirinya pun sangat bertolak belakang. 

Kalau Elsa adalah gadis yang ramah, murah senyum dan baik hati, sementara kakak tirinya adalah gadis yang jutek, pemalas, senang hura-hura dan tidak pernah menghargai orang lain.

Suatu hari Elsa mendapat tugas untuk menggosok pakaian kakak tirinya yang hendak dipakai untuk pesta di kerajaan. Akh, sebenarnya pakaian itu sangat tidak sesuai sekali dengan bentuk tubuh kakak tiri yang badannya terlalu subur. Masak sih, badannya gendut begitu pakainya rok mini? Batin Elsa. 

Walaupun kakak tiri selalu menjahati dirinya, akan tetapi Elsa merasa kasihan jika nanti di kerajaan kakak tirinya akan menjadi bahan tertawaan karena pakaiannya sangat tidak sesuai dengan tubuhnya. Terlalu pendek dan terlalu ketat.

Maka, Elsa pun berpikir bagaimana caranya agar kakak tirinya itu tidak mengenakan rok mini dan baju ketat ke pesta. Lagian rok mini itukan pakaian yang menonjolkan aurat dan sangat tidak muslimah sekali, batinnya.

Dalam sholat Elsa pun berdoa dan minta petunjuk pada Allah agar diberikan ide yang brilliant. Dan Allah memang maha kuasa atas segalanya. Tidak berapa lama, pikiran Elsa terbuka dan ia mendapatkan ide yang sangat briliant.

Semoga ini akan berhasil dan kakak tiriku tidak akan mau memakai pakaian ini lagi, batin Elsa... berharap.

"Apa yang kamu lakukan, Elsa?!" bentak sang kakak tiri dengan mata membulat merah seperti mata monster dalam dongeng-dongeng. 

Tangannya berkacak pinggang seperti koman dan pasukan Baris berbaris yang sedang melatih pasukannya.

"Setrikaan ini terlalu panas hingga melobangi rok mini dan kaos mu," sahut Elsa tenang. Seolah itu bukan disengaja. Padahal ini adalah idenya, melubangi rok mini dan baju super ketat sang kakak tirinya itu tidak mau lagi memakainya.

"Kurang ajar! Itu kan rok buat ke pesta!!" tegasnya... "Kamu tahu di mana aku membeli rok mini itu?" 

"Cihampelas?" jawab Elsa mencoba untuk menebak salah satu tempat yang terkenal dengan busana Jeans-nya di daerah Bandung Jawa Barat itu.

"Cihampelas? Kamu pikir aku ini orang miskin,

beli jeans di Cihampelas? Dasar cewek kampungan, taunya cuma di Cihampelas doang! Aku belinya di Mall of Indonesia, tauk!" Elsa manggut-manggut.

"Di mana itu?" Tanya Elsa polos. la

"Ia memang tidak pernah sekalipun diajak jalan-jalan oleh ibu tirinya.

"Ya udah kak, ngapain sih diributin?" ujar Elsa mencoba untuk menenangkan emosi sang kakak tiri.

 "Mendingan juga kakak pake baju yang pantes. Dan kalau menurutku, kakak akan lebih oke kalo kakak memakai busana muslim. Apalagi kalo kakak pake jilbab, pasti akan terlihat manis dan anggun," kata Elsa panjang lebar mengingatkan.

Kakak tiri Elsa melotot. "Kamu pikir mau pergi pengajian, pake jilbab?!" bentaknya" 

"Loh kak, pake jilbab itu bukan cuma kalo ada pengajian aja kale, tapi pake jilbab itu hukumnya wajib bagi seorang muslimah seperti kakak," tegas Elsa.

Pokoknya saya enggak mau tahu, kamu harus ganti rok. mini dan kaos itu dengan yang baru!" hardik sang kakak tiri mendongkol.

Kakak tiri Elsa pun lantas pergi dengan wajah kesal. Untungnya lbu tiri sedang tidur, jadi tidak ikut nimbrung dan menambah masalah menjadi panjang seperti biasanya.

"Kamu kenapa Elsa? Kok tumben- tumbennya kamu melamun? Ada apa ini?" tanya peri cinta begitu melihat Elsa sedang duduk minum susu kambing hasil perahan mang Osim tetangga sebelah rumahnya.

"Aku dimarahin sama kakak tiriku, Peri," sahut

Elsa sambil mempermainkan sendok di gelas Susunya.

"Loh, bukannya itu sudah biasa buat kamu?"

Tanya Peri. "Kamu kan anak yang tegar sekali walaupun setiap hari dapat omelan dari lbu dan kakak tiri kamu, kamu tidak pernah marah apalagi sampai mengeluh. Tapi kenapa tiba-tiba sekarang kamu sedih?"

"Masalahnya aku harus mengganti satu stel baju dia yang sengaja aku lubangi dengan setrikaan," Peri Cinta mengerutkan kening. 

"Kamu lubangi?

Kok kamu bandel, sih? Itu sama saja kamu berbuat jahat sama kakak tiri kamu,"

Elsa menggeleng. "Sebenarnya aku bukan bermaksud untuk jahat, Peri." Sahut Elsa.

 "Tapi karena aku enggak setuju kakak tiriku memakai baju seronok." "Seronok?" tanya Peri bingung.

"lya, maksudnya tidak sepantasnya," sambung

Elsa. "Peri kan tahu sendiri betapa besarnya tubuh kakak tiriku. Tapi ia nekat memakai pakaian super ketat dan rok mini. 

Dan Peri juga tahu kan, kalau Agama mengajarkan kita untuk berpakaian yang rapi, sopan dan menutup aurat?" Peri Cinta manggut-manggut. la baru tahu masalahnya.

"Makanya aku lubangi saja pakaian itu dengan setrikaan. Dan sekarang aku harus menggantinya beli di mal."

"Akh, itu saja kok repot," ujar Peri. "Kan ada saya, Peri Cinta yang siap menolongmu kapan saja, Elsa," lanjut sang Peri dan mencoba untuk mengayunkan tongkat ajaib berujung bintang yang memancarkan sinar itu untuk memberikan rok Mini pengganti. 

Akan tetapi Elsa segera melarangnya. "Tunggu Peri!" Elsa mencoba menahan tongkat ajaib sang Peri hingga Peri Cinta menghentikan gerakan tangannya.

"Ada apa lagi? Bukankah kamu membutuhkan rok mini untuk kakak tiri kamu yang bolong itu? tanya Peri heran.

Elsa menggeleng. "Bukan itu." "Lantas?" tanya Peri penasaran. "Aku sedih bukan karena telah membuat rok mini kakak tiriku itu bolong." sahut Elsa.

 "Tapi yang membuat aku sedih, kenapa kakak tiriku itu selalu mengenakan pakaian terbuka yang memperlihatkan aurat? Bukankah seorang muslimah wajib menutupi auratnya dengan busana tertutup?"

Peri Cinta kaget dengan ucapan Elsa. la

merasa tersindir dengan pernyataan Elsa. Peri Cinta juga muslimah dan sampai sekarang ia tidak memakai jilbab. Bukankah memakai jilbab hukumnya wajib bagi seorang muslimah yang telah dewasa? 

Akh, benar juga kata Elsa, batin Peri

Cinta. "Maaf Peri, bukan maksudku menyindir Peri," sambung Elsa begitu melihat wajah Peri yang langsung aneh dan tersenyum kecut.

"Oh enggak papa," sahut Peri Cinta. Dan setelah berpikir sekian menit, Peri lalu mengayunkan tongkat ajaibnya dan dalam hitungan detik, telah tersedia dua buah jilbab cantik berbahan katun di depan mereka.

 "Satu untukku dan satu untuk kamu Elsa," kata Peri sembari mengambil satu jilbab warna putih seperti warna bajunya dan memakainya, serta satu buah lagi diberikan pada Elsa.

Ketika Elsa sedang mencoba jilbabnya, tiba-tiba Peri Cinta sudah menghilang entah kemana.

"Loh, ke mana Peri Cinta? Kok pergi begitu saja? Terus, gimana baju untuk kakak tiriku?" Tanya Elsa sembari mencari-cari Peri Cinta.

Elsa berkaca di depan cermin sembari tersenyum. Ternyata aku cantik juga, batinnya mengagumi dirinya yang saat itu mengenakan jilbab warna biru langit pemberian Peri Cinta.

Tiba-tiba kakak tiri Elsa masuk kamar tanpa permisi.

"Kok enggak Assalamualaikum dulu sih, kak?" tanya Elsa. "Akh, kamu enggak usah ngatur!" bentaknya sembari melihat wajah Elsa. 

Diam-diam dalam hati sang kakak tiri mengagumi Elsa yang sangat cantik dengan mengenakan jilbab. "Dia nampak cantik dengan jilbab itu," batinnya.

Gimana kak? Bagus kan, jilbabnya?" tanya

"Gimana tanya Elsa memperlihatkan jilbab yang dipakainya pada sang kakak tiri.

Si kakak tiri mencibir. "jilbab dari mana kamu?

Mencuri?" "Ih Kakak, masak sih saya mencuri? 

Kakak enggak boleh memitnah. Lagian mencuri itu kan dosa, Kak!" sahut Elsa. "jilbab ini pemberian teman, Kak. Kalau Kakak mau, nanti aku minta satu lagi buat Kakak." ujar Elsa.

"Sini coba lihat!" pinta kakak tiri dengan kasar merebut jilbab yang sedang dikenakan oleh Elsa hingga kepala Elsa tertarik. "Sabar dong, Kak."

Elsa pun segera melepas jilbab itu dan memberikannya pada sang kakak tiri. Dan setelah mendapatkan jilbab, si kakak tiri kemudian nyelonong pergi tanpa permisi. 

Masalah rok mini yang bolong pun terlupakan sejenak. Begitu kakak tirinya keluar, Elsa mengendap-endap mengikutinya. 

Elsa penasaran apa yang akan dilakukan oleh kakak tirinya itu terhadap jilbab pemberian Peri Cinta itu,Tidak lama kemudian ketika sang kakak masuk kamar,..

 Elsa mengintip dari luar kamar yang pintunya kebetulan tidak tertutup rapat. Ternyata didalam kamar kakak tiri Elsa mencoba jilbab itu. 

Elsa berdoa agar sang kakak tiri merasa pas dengan jilbab itu hingga ia akan mengenakannya. Begitu Elsa sedang mengintip, datang lbu tiri.

"Heh, Elsa! Sedang apa kamu di situ?!" bentak Ibu tiri dengan mata membulat besar sekali sampai Elsa merasa ngeri.

Elsa meletakkan telunjuk tangannya dibibir, mengisyaratkan agar lbu tiri tidak membuat gaduh. Lalu Elsa melambaikan tangannya pada lbu tiri agar ia mendekat. 

Ibu tiri yang penasaran pun segera mendekati Elsa. "Coba lbu lihat deh, kakak cantik kan, dengan jilbab itu?" tanya Elsa.

lbu tiri memicingkan sebelah matanya untuk melihat ke dalam kamar lewat celah pintu kamar yang sedikit terbuka.

"Anakku pakai jilbab?" tanya lbu tiri penasaran.

Elsa mengangguk senang. "Sejak kapan ia memakai jilbab?" "Sejak hari ini, Bu. Kakak dapat hidayah" sahut Elsa berbisik, takut suaranya terdengar sampai ke dalam kamar. 

"Cantik ya Bu? Gimana bu, lbu bangga enggak, punya anak secantik dia?" "Ya bangga, dong," sahut bu tiri senang". Rasanya baru kali ini ada orang yang bilang bahwa anaknya yang bertubuh tambun itu cantik. Dan yang mengatakan itu adalah anak tirinya alias Elsa.

Ibu tiri pun mulai terbuka hatinya pada Elsa "Siapa sih yang enggak bangga, punya anak cantik?" "Elsa yakin Bu, di pesta kerajaan besok, pasti kakak bakalan terpilih untuk menjadi istri pangeran putra kerajaan," ujar Elsa membuat lbu tiri semakin bangga.

Ibu tiri manggut-mangggut bingung. Kenapa ia baik sama Elsa ya?

"lh, Peri cantik sekali loh, memakai jilbab itu," kata Elsa memuji Peri Cinta yang kali ini merubah penampilannnya dengan mengenakan jilbab.

"Kamu memuji Peri bukan karena ada maksud, kan?" Tanya Peri. Elsa menggeleng. "Tentu saja tidak Peri, saya memuji Peri Cinta dengan tulus, kok."

"Oke, terima kasih," sahut Peri Cinta senang. la tahu Elsa selalu tulus.

"Tapi aku boleh menawar ya, Peri? Kalau bisa jangan jam dua belas deh, Peri. Takutnya kalo jam dua belas, jalanan masih macet," kata Elsa menawar keputusan sang Peri ketika Peri memberinya waktu sampai jam dua belas tepat untuk menjadi putri. 

Setelah lewat jam dua belas, Elsa akan kembali menjadi upik abu. "Kenapa kamu sekarang menjadi gadis yang cerewet, ya?" tanya Peri Cinta heran. 

Bukankah selama ini Elsa dikenal sebagai anak yang manis dan selalu menurut?

Elsa dapat menangkap keheranan di wajah sang Peri Cinta. "Bukan begitu Peri, masalahnya nanti di pesta aku juga harus merayu pangeran agar ia mau menikahi kakak tiriku. 

Aku kasihan sama kakak tiriku, karena dia sudah berumur tapi belum mendapatkan jodoh. 

Bukankah kita harus membantu saudara kita yang sedang kesusahan?" ujar Elsa panjang lebar. Peri berpikir sebentar lalu mengangguk setuju.

"Oke, kalo begitu saya tambah waktunya sampai jam setengah satu. Gimana? Cukup?" tanya Peri Cinta. Elsa tersenyum. "InsyaAllah cukup. Terima kasih ya Peri yang baik hati dan tidak sombong" kata Elsa senang.

Maka Peri Cinta pun kemudian mengayunkan tongkatnya dan beberapa saat kemudian Elsa sudah berubah menjadi putri yang sangat cantik dengan busana pesta yang serba mewah.

"Loh Peri ini bagimana, sih?" protes Elsa memandangi busana indah yang ada ditubuhnya "Bukan busana seperti ini yang aku inginkan, tapi busana muslim lengkap dengan jilbabnya,".

Peri tersenyum. "Oh iya, lupa," katanya sembari memukul jidatnya sendiri. Lalu ia pun kembali menggoyang-goyangkan tongkatnya.

"Bismilahirrohmanirrohim..."

Wuzzz! Dalam sekejap Elsa berubah menjadi gadis yang sangat cantik dengan busana muslim dan jilbab yang indah.

Setelah siap dengan kereta kencana yang kudanya bukan disihir dari tikus-tikus dan labu, Elsa berangkat ke kerajaan.

Sampai di kerajaan, Elsa segera mendatangi sang pangeran yang saat itu sedang duduk sedih cendirian di taman. Memisahkan diri dari keramaian pesta.

"Assalamualaikum...

"Waalaikum salam..." sahut Pangeran

memerhatikan Elsa dengan pandangan mata tajam. "Siapa kamu?" tanya sang pangeran tidak nali Elsa. Tentu saja, karena baru kali ini ia bertemu.

Saya Elsa, pangeran," jawab Elsa

sembari memberi salam. Hah? Elsa? Enggak salah? Kenapa Elsa berjilbab seperti ini?" tanya sang pangeran lagi.

"Ceritanya panjang pangeran," sahut Elsa. "InsyaAllah nanti saya akan ceritakan lengkap semuanya ke pangeran. Tapi karena aku sangat terburu-buru.

Aku hanya mau minta tolong sama pangeran,"

Pangeran masih ragu bahwa gadis cantik berjilbab di depannya adalah Cinderellla.

"Tapi kamu enggak bohong kan, kalo kamu itu Elsa?" tanya sang pangeran lagi untuk memastikan kebenaran. 

la masih ragu. Benarkah Elsa berjilbab?

"Ya enggaklah pangeran, masak sih, aku bohong? Bohong itu kan dosa, Pangeran." jawab Elsa berusaha untuk mencairkan suasana.

Elsa lalu mengajak kakak tirinya untuk diperkenalkan dengan sang pangeran. Maka atas anjuran Elsa agar sang pangeran mencari istri yang muslimah, sang pangeran pun setuju ketika harus menikahi kakak tiri Elsa yang saat itu terlihat manis dengan balutan busana muslim danjilbab warna birunya.

Ketika jam menunjukkan setengah satu, Elsa buru-buru pamitan dan berlari keluar kerajiaan. Semua undangan pesta kerajaan memandang Elsa dengan heran. Dan karena begitu kencangnya berlari, sepatu kanan Elsa pun terlepas..

Mental dan melayang mengenai salah satu pengawal yang sedang mengantuk karena tiga hari tiga malam tidak tidur untuk menyiapkan pesta.

"Elsa! Sepatunya ketinggalan!" teriak sang kakak tiri yang mulai saat itu berubah menjadi kakak yang baik hati atas jasa Elsa menjodohkannya dengan pangeran.

"Tolong berikan pada adik sang pangeran, supaya besok dia datang mengantarkan sepatu itu ke rumah!" sahut Elsa sembari naik ke kereta kudanya.

Kakak tiri Elsa menggeleng heran disamping sang pangeran. Lalu adik sang pangeran yang wajahnya tidak kalah ganteng dengan pangeran pun segera menerima sepatu itu.

"Tolong besok kau antarkan sepatu ini," kata sang pangeran pada adiknya.

"Dan ini alamat rumahnya," sambung kakak tiri

Elsa memberikan kartu namanya pada adik sang pangeran.

Maka pesta pun kembali dilanjutkan tanpa Elsa, karena episode ini berlajut ketika adik pangeran membawa sepatu itu kerumah Elsa. (lanjut nggak yah?!?!) pasti sudah tau kan polt twistnya.. Petik hikmahnya Artizen.

Baca Juga: 

Cerpen islami persahabatan menuju surga

Note: Jika ada kesamaan Nama, tempat atau cerita itu merupakan ketidaksengajaan yang disengaja... Hehe, Maaf ya :')

SP: Chris O.


Aksa Asri
Aksa Asri Tempatku melamun akan berbagai hal :")

Post a Comment for "Cerpen Islami Tentang Hijab - Hidayahku"