Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Cara Mempertahankan Kebiasaan Baik

 Pernah jalan-jalan ke Ancol? Disana kita akan menemukan berbagai macam wahana yang sudah tersedia. Kita tinggal memilih untuk menaiki wahana mana yang kita inginkan, asalkan bayar Iho ya..hehe Di sana ada tornado, ada histeria, halilintar,

petir, badai, dan seterusnya. Dan coba bedakan antara orang yang baru pertama kali naik tornado sama yang sudah sering naik tornado.

Pasti ada perbedaannya, misal ketika orang pemula naik tornado mungkin dia akan mual, bahkan sampai muntah-muntah. Dan ketika pertama kali naik pasti ada rasa gemetar, galau, panik, grogi, dan lain sebagainya.

Bandingkan dengan orang yang sudah sering naik tornado. Mereka dengar beraninya melepaskan tangan dari pegangan yang berada disampingnya. Tangannya sudah tidak lagi untuk berpegangan, malah diangkat dan dadah dadah sambil berteriak-teriak seperti orang gila.

cara mempertahankan kebiasaan baik

Kita sudah tidak asing lagi ketika mendengar kata HABITS. Hampir semua orang sukses dikarenakan habits-nya. Kita juga pasti iri dengan mereka yang sudah terbiasa namun disisi lain kita akan mencoba, namun terkadang kita memiliki masalah yang besar ketika kita akan membiasakan sebuah kegiatan.

Atau kita sudah bisa dengan apa yang kita inginkan, namun malas untuk melakukannya secara berkala. Contohnya saja ketika ada anak-anak yang baru bisa naik sepeda. Kemanapun ia pergi pasti akan senantiasa membawa sepedanya.

Atau ada seseorang yang baru saja membeli kamera DSLR. Pasti akan senantiasa memotret kejadian yang dilaluinya. Namun disadari atau tidak, ketika anak tersebut sudahbterbiasa untuk bersepeda, sudah terbiasa untuk memotret, dan terbiasa dengan hal yang ia kuasai lainnnya, pasti ada yang namanya titik jenuh.

la akan lebih banyak mengeluh tentang apa yang ia kuasai sebelumnya. Ah., males kalau naik sepeda. Capek tau nggak!! Bikin kaki pegel-pegel. Mendingan naik motor tinggal pencet starter udah bisa jalan tanpa capek- capek mengayuh.

Ah., bosen motret-motret mulu.. yang difoto cuma itu-itu aja. Kalau nggak orang ya tumbuhan. Bikin hardisk laptop penuh lagi.!! Udah ah males sekarang kalau disuruh motret-motret.

Ungkapan-ungkapan di atas pasti pernah menghampiri pikiran kita. Contoh saja dalam hal membaca al-Qur'an. Ketika kita baru bisa membacanya pasti rasa semangat untuk membaca sangat tinggi. Bahkan di manapun ada kata-kata yang berbahasa Arab pasti kita berusaha untuk membacanya.

Namun ketika sudah bisa dan terbiasa membaca al-Qur'an, akan ada rasa malas untuk membacanya, akan ada rasa malas untuk menghafalnya lagi. Ketika kita ingin untuk menjadi santri wajib, Pasti ada halangan atau rintangan yang akan menerpa kita.

Bahkan tidak hanya ketika ingin menggapainya. Namun saat kita sudah merasa di posisi yang wajib cobaan akan semakin banyak dan semakin terasa sulit yang mana dengan cobaan tersebut membuat kita akan turun pangkat dari wajib menuju sunnah. Atau bahkan malah lebih parah lagi. 

Baca Juga:

Cara mempertahankan kebiasaan lama yang baik ala santri

Bagaimana cara mengatasi halangan atau
rintangan? Berikut Kunci utama agar hal tersebut tidak terjadi:

1. Buatlah jadwal harian. 

Misal sehari aku harus baca al-Qur'an 2 lembar setiap habis Maghrib. Ketika kita sudah menulisnya, maka secara tidak langsung otak kita akan mendorong untuk
melakukannya. Dan akan ada rasa penyesalan atau tidak enak ketika kita meninggalkannya.

2. Musnahkan kata "tapi".

Baca al-Qur'an setelah maghrib sudah 2 hari berjalan, tapi besok setelah maghrib kan aku harus pergi belanja.

Kata-kata ini adalah biang kerok kalian akan meninggalkan kebiasaan yang sudah dikuasai.

3. Dapatkan sobat.

Carilah teman atau sahabat yang sering diajak pergi-pergi dan membuat kalian termotivasi dengan kebiasaan yang kalian miliki. Misalnya ketika pengen hafalannya banyak, dekatilah orang yangbpunya hafalan banyak.

Maka secara tidak langsung kita akan termotivasi untuk menyusulnya.

"Bertemanlah dengan penjual parfum, pasti engkau akan kena baunya"
ini adalah quote yang sangat benar dan masuk akal. Karena ketika kita dekat dengan seseorang yang memiliki kelebihan tertentu, maka kita akan dapat manfaatnya, walaupun dapat sisa. Hehehe..

4. Do it For Your Self.

Lakukan kebiasaan yang sudah dimiliki dengan tujuan bahwa manfaatnya untuk diri kita sendiri, lebih tepatnya lakukan kebiasaan untuk meningkatkan bakat yang sudah ada.

5. Buat Sensasi.

Maksudnya? lya sensasi. Biar kita tidak bosan dengan kebiasaan yang sudah kita miliki, kita harus pandai berkreatif membuat sensasi terhadap kebiasaan yang kita miliki.

Seseorang ketika sudah Sudah terbiasa menunggangi sepeda, maka ia akan membuat sensasi. Yang tadinya menyetir sambil pegangan, maka ia akan belajar bagaimana menunggangi sepeda dengan tanpa perpegangan ke stang sepedanya.

6. Belajar bersama

Hal ini juga bisa diterapkan ketika kita lagi malas untuk menghafal al-Qur'an. Biasanya kalian menghafal dengan cara duduk, diam, fokus.

Coba pakai cara lain, kalian bisa mengajak teman sekamar untuk bersama sama menghafal al-Qur'an dengan cara tebak-tebakan atau tanya jawab. Maka itu akan lebih seru dan mengasyikkan dibanding menghafal Al-Qur'an dengan sendirian.

Dan ingat, sensasi yang dibuat adalah sensasi yang positif. Agar selain mendapat nikmatnya, kita juga akan mendapat pahala dari sisi positifnya.

Setelah kita berusaha mencoba langkah-langkah dalam memperbaiki memperbaharui habits yang kita miliki, adakah perasaan sulit atau mengganjal? Jika ada maka prediksi saya benar.
Sadar atau tidak sadar, kaum muslim sekarang sedang mengalami sebuah kemunduran besar-besaran. Betul apa betul? Mengapa kok bisa terjadi?

Bukankah dulu Islam sudah menguasai hampir 2/3 dunia? Kok sekarang menjadi terpecah belah?

Mungkin pertanyaan diatas pernah muncul di benak kita masing-masing ketika sedang galau. Tapi Bener juga sih kalau sekarang kaum muslimin sedang mengalami kemunduran terutama pada kalangan remaja seperti kita-kita ini.

Lalu sebenarnya apa sih penyebab kemunduran kaum muslim? Kalau saya rangkum ada 2 penyebab kemunduran kaum muslimin saat ini.

1. Ajaran-ajaran Islam yang mulai diremehkan.
Ini yang membuat kaum muslimin mengalami kemunduran. Contoh saja coba kalian ketika berada di asrama, lihat kamar yang kalian tempati Apakah sebersih kamar yang berada rumah? Yang selalu rapih? Saya tidak menjamin hal itu terjadi.

Mungkin bisa terjadi, namun hanya beberapa saat saja. Paling bersihnya kalau habis dipiketin, ngaku nggak? 

Sebuah pernyataan yang sudah tidak asing
bagi telinga kita. Namun di sini kita tidak akan membahas pernyataan di atas adalah hadits atau bukan.

Intinya pernyataan di atas adalah berupa ajaran agama Islam. Yang dimana ketika kita melakukan pasti akan mendapat pahala. Karena ini merupakan sebuah perbuatan yang baik dan terpuji.

Sekarang coba mari kita lihat kaum muslimin yang berada di sekitar kita. Apakah sudah melakukan hal di atas? Tidak hanya menjaga kebersihan, dalam hal riba.

"Alaaah Bunga nya Cuma 0.001 persen kok. Ngga akan berpengaruh besar maaas..". Pernyataan semacam ini adalah sebuah pernyataan yang sudah bisa dikatakan "meremehkan" ajaran Islam.

Dan inilah penyebab kemunduran kaum muslimin. Kaum muslimin sedang dijajah. Penjajahan sekarang tidak seperti penjajahan yang seperti dulu lagi dengan menggunakan fisik. Kalau dulu barat menjajah dengan senjata api, sekarang mereka menjajah dengan pemikiran.

Mereka hanya duduk manis sambil nonton TV sedangkan kaum muslimin harus saling beradu omongan dengan sesamanya hanya karena sebuah prinsip yang berbeda. Mereka sudah tidak capek-capek harus datang ke Indonesia untuk menjajah.

Sekarang sudah jamannya sosmed. Jadi salah satu cara Barat menjajah yaitu dengan adanya sosmed. Kenapa? Mereka menjajah agar kaum muslimin lupa waktu, agar lupa sholat, lupa makan, lupa mendidik anak, lupa mencari nafkah, atau bahkan melalaikannya.

Namun sebagai muslim yang cerdik, kita harus memanfaatkan sosmed sebagai lahan dakwah kepada teman-teman kita. 

Baca Juga:

Itulah cara membangun kebiasaan baik yang dapat kita ikuti, sehingga kita bisa terbiasa dalam melakukan sesuatu yang akhirnya kebiasaan baik dapat terbentuk sepenuhnya dalam diri kita. 

SR: Ifal Gifary


Aksa Asri
Aksa Asri Tempatku melamun akan berbagai hal :")

Post a Comment for "Cara Mempertahankan Kebiasaan Baik"