Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Tugas Paper "Siapa Aku?"

 

Bismillahirrahmanirrahim.. 

Perkenalkan nama saya Nur Hikmah, kerap dipanggil Hikmah. Saya adalah wanita yang terlahir sebagai anak sulung di rumah saya. Umur saya 18 tahun. Saya asal dari kota Makassar, sampai sekarang masih di Makassar. 

Sedari kecil saya orangnya manja. Namun, Alhamdulillah seiring berjalannya waktu, keadaan selalu menuntut saya untuk dewasa sebelum waktunya. Proses matang sebelum waktunya adalah hal yang paling menantang yang pernah saya alami. Dimana semua tingkah-tingkah manja yang menjadi kebiasaan saya harus saya tenggelamkan secara terpaksa. 

Dan sejatinya dalam berposes, tentu kita akan menjumpai berbagai rasa, berbagai warna, dan berbagai perubahan nantinya. Namun saya percaya akan perjuangan maksimal yang menjadi sebuah proses, tentu akan membuahkan hasil akhir yang indah.  

Setelah kedewasaan menyapa diri saya, saya mampu menjadi orang yang berpegang pada prinsip hidup saya sendiri. Saya berprinsip untuk harus hidup seperti SANTAN. Santan yang selalu bermanfaat bagi semua orang, santan yang melengkapi berbagi rasa hingga suatu makanan akan terasa pas, santan yang menjadikan suatu makanan mengandung warna putih kesucian.

Namun, sebelum menjadi santan, tentu akan banyak proses yang akan saya lalui. Mulai dari kelapa yang diambil dari pohonnya, dikupas, diparut, lalu diperas, hingga akhirnya jadilah santan yang bermanfaat bagi orang lain. 

Meski setiap proses itu membuat kita terjatuh, kulit kita terkelupas, hati kita terparut hingga hancur, namun jikalau proses itu mampu menjanjikan kebermanfaatan bagi orang lain, maka saya memilih untuk bertahan pada proses tersebut. 

Di jenjang sekolah sebelum perkuliahan, saya merasa terlalu bertepuk pada duniawi. Namun, setelah dunia hijrah menjadi kehidupan baru saya, maka saya selalu berusaha untuk mampu menjadi hamba yang menyimpan dunia di tangannya dan akhirat selalu di hatinya. 

Semenjak saya mengenal pendidikan, saya bercita-cita ingin menjadi dokter. Dokter sang pahlawan semua orang yang berpenyakit. Namun, saya sadar keadaan saya tak mampu membersamai perjuangan saya untuk tetap menjadi dokter.

 Di jenjang SMA, saya selalu memaksa otak saya untuk berusaha mencari sesuatu yang baru yang akan saya tempuh kedepannya. Karena menurut saya, menetap pada keadaan yang membuat kita berjalan ditempat adalah hal yang sia-sia. 

Untuk itu saya berusaha mencari jati diri saya dengan berorganisasi, mengikuti berbagai ajang lomba, dan berteman dengan siapapun. Sehingga saya mampu memperoleh arah hidup saya yang sebenarnya.

Alhamdulillah sekarang, dengan berbagai strategi dan berbagai aksi perubahan yang saya lakukan, saya mampu menjadi orang yang mudah berinteraksi dengan siapapun.  

Saya mampu menjadi orang yang suka menggali hal-hal baru. Saya mampu merasakan pahit manisnya perjuangan. Dan tentu saya mampu terlepas dari sifat kekanak-kanakan saya. Semua prestasi yang saya raih tidaklah berarti jika dibandingkan dengan perubahan yang saya miliki. 

Namun perubahan ini tidak akan bersahabat dengan saya, jikalau warna warni perjuangan tidak membersamai saya hingga akhir. Bagi saya, menikmati proses adalah hal yang sangat berharga, berharga hingga tak terhingga, dan tak terhingga sepanjang masa hidup kita.

Dalam menjalani hidup sebagai mahasiswa, saya berharap mampu menjadi orang yang dewasa dalam segala hal. Yang dengan kedewasaan itu mampu menjadikan saya sebagai manusia yang bermanfaat bagi banyak orang. 

Namun, kalau berbicara terkait profesi kedepannya, prediksi saya, saya ingin menjadi seorang ustadzah yang mempunyai banyak usaha/bisnis. Karena dengan usaha/bisnis yang saya miliki, saya berharap akan mengurangi populasi pengangguran yang ada di sekitar saya.  Jikalau itu terwujud, maka saya akan merasa bangga dan senang karena hal tersebut mampu menjadi salah satu langkah menjadikan saya sebagai manusia yang bermanfaat. 

Terima kasih 

 

Aksa Asri
Aksa Asri Tempatku melamun akan berbagai hal :")

Post a Comment for "Tugas Paper "Siapa Aku?""